Indikator Penting Dalam Memulai Bisnis

Indikator Penting Dalam Memulai Bisnis

Kalau anda memperhatikan yang namanya tas Hermes yah itu actually cuma tas doang tetapi dia bisa menciptakan buyer power low karena dia membuat tas yang sangat bagus dengan branding yang luar biasa tapi limited. Hari ini saya akan cerita yang namanya indikator penting untuk memulai sebuah bisnis jadi kalau anda mau mulai belajar bisnis.

Saya selalu mengingatkan para pengusaha untuk menganalisa 5 point ini karena 5 hal ini mempengaruhi saat anda memikirkan bisnis anda bisa betul-betul sukses atau gagal.

Porter’s Five Forces

Bisnis bisa dilihat sukses gagalnya berdasarkan 5 hal ini namanya porter’s five forces, nah kebanyakan orang menganggap porter five forces ini hanya dipakai untuk korporasi tetapi sebetulnya ini berlaku untuk semua bisnis terutama anda yang baru mau memulai bisnis.

Atau bisa juga sedang mengalami problem didalam bisnis apa saja. Ini disebutnya forces berarti kekuatan atau power yang pertama yakni kekuatan dari supplier yah.

Supplier Power

Penyetok atau supplier ini punya kekuatan atau tidak terhadap bisnis anda kekuatan artinya bukan hanya kuat atau tidak kuat suppliernya tetapi besar kecilnya mempengaruhi bisnis anda, kalau dia menghentikan supply kepada anda, anda dapat masalah nggak?

Kalau masalah berarti anda mengalami power supplier anda kuat terhadap anda itu yang pertama.

Threat of New Entry

Yang ke 2 ialah the power of new entrance, mudah nggak sih buka bisnis baru untuk tempat anda, dibidang anda, gampang nggak sih kalau pengen menjadi kompetitor baru.

New entry perusahaan-perusahaan baru yang menjadi pesaing anda.

Threat of Substitution

yang ke 3 yakni produk-produk substitusi, substitusi produk kalau misalnya nggak beli barang anda dia bisa beli barang yang lain nggak? ada penggantinya nggak?

Misalnya contoh sekarang saya mau jualan seminar workshop, hotel bilang sorry pak bapak nggak bisa masuk, powernya besar atau kecil hotel terhadap kita, dia bilang bapak nggak bisa pakai ruangan seminar lagi atau pemerintah bahkan mengatakan mulai hari ini hotel tidak bisa lagi dipakai untuk seminar misalnya.

Berarti kekuatan supplier kita, harus kita ukur seberapa besar terhadap diri kita ternyata kita bilang oh ya nggak apa-apa deh saya pake webinar aja berarti the power of supplier untuk bisnis seminar sangat rendah sangat kecil.

Karena andaikata dilarang 100% pun kita punya banyak alternatif, which is ada yang namanya produk alternatif atau kita sebutnya produk substitusi,

Buyer Power

Berapa besar customer anda punya power jadi tadi ada supplier ini supplier oke ini buyer atau customer oke supplier dan customer bisa mendapatkan alternatif produk atau substitusi nah pertanyaannya ialah inikan tadi ada 3 nih ternyata ada 1 yang namanya new entry atau sebutnya entry barrier nya barrier mudah nggak sih untuk masuk ke industri ini?

Competitive Rivalry

Yang terakhir disini merupakan kompetitor diantara bisnis itu sendiri ini power ini power semua nih yang menyebabkan bisnis itu ancu-ancuran ya ini, ini masalahnya oke so kita pakai ilustrasi langsung aja yah anggap saya bisnisnya yaitu ini bisnisnya kuliner.

Bisnis kuliner itu misalnya fastfood anda mau main di fastfood sudah ada kompetitor belum? wow banyak kompetitor disini ada mcd disini ada kfc, disini ada.

Texas misalnya yah ini fastfood nih pertanyaannya ialah mudah nggak untuk menjadi pemain fastfood di indonesia, susah nggak untuk menemukan supplier fastfood indonesia jadi bahan bakunya makanannya.

Seberapa kuat nih supplier kita dan seberapa besar market atau customer yang ada didalam bisnis fastfood dan yang terakhir merupakan ada alternatif nggak so kita lihat yah supplier dulu yah apa sih yang kita beli dari bisnis fastfood ada ayam, tepung yah supplier tepung, supplier bumbu supplier apa lagi, supplier let say supplier air betul yah.

Minuman buah ini semua ialah orang-orang yang kita butuhkan untuk mensupply produk buat masak betul yah? pertanyaannya kalau kita punya begitu banyak alternatif untuk mendatangkan ini semua maka power supplier itu low tapi andai kata ternyata ada supplier atau anda hanya bisa menggunakan ayam jenis tertentu dan itu suppliernya cuma satu di indonesia.

Ini berarti kekuatan suppliernya menjadi high dan itu anda perlu menjadi perhatian tuh, harus langsung jadi perhatian oke nah sekarang katakan ceritanya anda bermain di bidang yang suppliernya low oke so pertanyaan nya yakni untuk entry mudah nggak? atau ada nggak produk substitusi?

Studi Kasus

Kesini dulu yah ada nggak barang-barang substitusi pengganti, pengganti dari fastfood kuliner penggantinya ada oh ada apa? ayam bakar, ayam geprek geprek, yah ayam bakar ada ada nasi goreng ini termasuk alternatif kalau saya nggak mau makan kompetitor punya produk ya saya makan ini aja atau mungkin justru ada substitusi yang disebut substitusi itu apa bukan makanan tapi mengenyangkan tidak makanan tapi mengenyangkan misalnya apa?

Baca juga : Peluang Bisnis Tanpa Modal 2020

Ada minuman atau cake, saya nggak makan ah saya cuma makan cake aja atau saya cuma mau makan buah ini substitusi so rendah atau tinggi ternyata high high substitute jadi banyak sekali gitu yah, penggantinya tuh produk penggantinya sangat high jadi anda tau nih oke suppliernya low substitusi high gimana dengan customer.

Saat ini customer lebih banyak yang fastfood atau atau kekuatan customer besar atau kecil gitu yah kalau saya tanya no promo customer datang nggak gitu yah kalau tanpa promosi customer datang nggak?

oh ternyata tanpa promosi customer itu sangat-sangat banyak, tanpa promosi cust banyak datang eh tapi saat saat ada promosi lebih banyak lagi saat promosi lebih banyak lebih oke nah pertanyaannya ialah ada moment-moment ketika justru kalau nggak ada promosi customer nya nggak mau datang.

Nggak ada promosi customer nggak mau dateng berarti apa? dan bisnis anda sepi berarti teh power of buyer is high kekuatan buyer ini tinggi sekali dia mau datang nggak mau datang itu gimana perutnya dia, dia suka sama anda dia datang dia nggak suka dengan anda, dia nggak datang dan begitu customer bilang i don’t like you langsung sepi.

Ini jadi masalah nih ini jadi masalah kenapa? kita punya 1 low 2 high oke sekarang entry barrier mudah nggak sih untuk memulai sebuah bisnis? kuliner fasttfood wah medium lah kenapa medium karena ternyata yang namanya fastfood itu harus ada tempat yah harus ada mainan anak-anak supaya betah.

Harus ada marketing yang agresif ya medium lah perusahaan-perusahaannya kita masuk sini gitu yah medium pertanyaannya kompetitor kita high atau low?

waduh kalau ini sih jelas-jelas very-very high competition jadi kesimpulannya apa? kita punya 5 force kita punya five forces ya kan kita punya five Forces, satu low empat high so anda mau mulai nggak bisnis kuliner fastfood?

Jawabannya no gitu yah nah jadi disitu kita bisa menilai, nah sekarang anda lihat diindustri anda sendiri di bisnis anda sendiri apakah bisnis anda misalnya makanan atau supplier bahan baku makanan atau mungkin yakni dealing dengan pemerintah atau apapun itu coba dianalisa sejauh mana anda memang punya power didalam 5 forces tadi.

Nah yang kita harapkan apa sih? kita tidak mengharapkan bahwa supplier itu punya low power terhadap kita atau buyer punya low power terhadap kita, new entry juga low kita punya substitusi low kita mau memang mengharapkan itu semua menjadi low tapi tidak dalam kontrol kita itu jadi masalah kita.

Tidak bisa membuat supplier yang tadinya high jadi low nggak bisa tetapi kita bisa menciptakan yang namanya upgrading, kita bisa meng-upgrade diri kita atau meng-upgrade pelayanan kita sehingga yang namanya buyer yang tadinya dia high menjadi low.

Saya ambil 1 sample sederhana sekali ada sebuah perusahaan, kekuatan dia cuma di facial, kemampuannya hanya di facial tetapi pelayanannya top banget customer-customernya itu suka banget karena ketika di facial nomor 1 nggak sakit, hasilnya bagus, jangka panjang dan sudah dicoba tempat-tempat lain facialnya berbeda banget sehingga ketika customer pindah ke kompetitor lain nggak happy.

Balik lagi ke mereka so ini yang menyebabkan power konsumen menjadi low karena service kita high power konsumen menjadi low kita yang bisa memilih konsumen kita, contoh yang ke 2 kalau anda memperhatikan yang namanya tas.

Hermes, tas hermes, tas hermes itu actually cuma tas doang tetapi dia bisa menciptakan buyer power low karena dia membuat tas yang sangat bagus dengan branding luar biasa tapi limited, iklannya gencar orang dateng antri, begitu dateng ditanya kamu mau beli apa?

oh saya mau beli birkin oke baik antri yah pak yah antri kapan 2 minggu lagi datang yah, kesel nggak? udah mahal antri pula, dia menciptakan buyer yang low yang ke 2 zaman dulu cari tukang jahit susah betul yah, sekarang dia bayar mahal tukang jahit sehingga ketika tukang jahit pindah ke kompetitor itu langsung menderita saat memulai bisnis.

Karena apa karena bayarannya murah sekali, dibayar sangat-sangat mahal bahkan diitung setiap jahitan itu dihitung nah pertanyaannya ketika supplier, itukan supplier kita tukang jahit merasa bahwa wow kamu berani bayar mahal kompetitor.

Beraninya bayar murah supplier yang tadinya high jadi low, new enterance mau lawan hermes yang sudah begitu lama mungkin bisa tetapi tidak bisa menguasai atau tidak akan mungkin bisa melawan branding, nah substitusi bagaimana.

Nah problem hermes hanya substitusi, kenapa? ya udah deh saya nggak pakai hermes, saya pakai chanel, saya pakai yang lain yang kompetitor within Hermes itu sendiri, didalam 1 kota ada beberapa toko misalnya.

1 kota ada beberapa toko kalau memang pemiliknya berbeda-beda bisa jadi merupakan kompetitor didalam bisnis itu sendiri, so teman-teman thank you so much dari mana anda? dan jangan lupa share siapa tau ada yang bisa mendapatkan manfaat dari salam pencerahan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *